0

Foto bersama tim dosen serta peserta pelatihan selepas acara program pengabdian pada masyarakat.



SERANG – Tuntutan era revolusi industri 4.0 saat ini mengharuskan masyarakat untuk melek teknologi informasi dan komunikasi agar dapat mempersiapkan diri menuju era wirausaha digital. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dosen Pendidikan Fisika dan Pendidikan Teknik Mesin FKIP Untirta untuk menyiapkan generasi yang memiliki keterampilan serta siap bersaing di era digital.
Hal tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat pada 8 Agustus lalu, tim pengabdian melangsungkan kegiatan pengabdian di salah satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Program yang berlangsung di aula Desa Citayam, Kecamatan Ciomas itu bertajuk Pelatihan Virtual Simulation Instructional (VSI) dan diikuti 20 pemuda putus sekolah sebagai rintisan wirausaha digital era revolusi industri 4.0.
Firmanul Catur Wibowo, Ketua Panitia tim pengabdian mengungkapkan, target pengabdian dipilih berdasarkan temuan saat observasi. “Kami memilih PKBM di daerah Ciomas, karena berdasarkan wawancara dengan Koordinator PKBM di sana, banyak pemuda putus sekolah,“ ujar dosen Pendidikan Fisika Untirta ini.
Program pengabdian itu, kata Firmanul, bertujuan memberikan pendampingan dan pelatihan Virtual Simulation Instructional (VSI) bagi pemuda putus sekolah sebagai rintisan wirausaha digital era revolusi industri 4.0. “Sehingga akan diperoleh lulusan PKBM yang memiliki keterampilan teknologi informasi dan komunikasi dan siap menghadapi era disrupsi,” ungkapnya.
Firmanul menambahkan, pemuda yang diberikan keterampilan diharapkan memiliki keterampilan simulasi virtual untuk pembelajaran menjadi produk berkualitas dan layak jual. Sebab pengabdian ini berupaya meningkatkan kemampuan teknologi dan informasi dalam membuat simulasi. “Sehingga lulusan dapat usaha dalam dunia digital dan siap menghadapi era disrupsi, karena memiliki kemampuan menggunakan ICT dan siap menghadapi dunia digital. Contohnya membuat simulasi atau animasi untuk pendidikan,” tuturnya.
Pengabdian ini, ungkap Firmanul, terlaksana karena memenangkan kompetisi program Hibah Pengabdian Pada Masyarakat yang diselenggarakan LPPM UNTIRTA. “Kami pun ucapkan terima kasih kepada FKIP dan UNTIRTA yang telah memberikan kesempatan untuk mengabdi dan berkontribusi,” tutupnya. (Riza/RBG)

Artikel Lengkap

Posting Komentar

 
Top